Belajar Copywriting: Seni Menyusun Kata yang Menjual

Posting Komentar
Pasti kalian sudah engga asing dengan slogan-slogan ini:

a. Orang pintar minum tolak angin
b. Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro
c. Indomie seleraku

Ketiga slogan tersebut sering kali ditemukan di iklan. Dengan adanya slogan tersebut, kita menjadi sadar kalau itu adalah produk mereka. Jika mengingat kembali materi yang aku dapatkan pada Bulan November lalu, slogan-slogan itu juga merupakan contoh dari copywriting.

Apa Itu Copywriting?

Singkatnya, copywriting adalah sebuah tulisan yang ditulis secara menarik dan persuasif untuk meningkatkan kesadaran orang terhadap sebuah brand (brand awareness).

Selain meningkatkan brand awareness, tujuan dari copywriting adalah untuk melihat benefit produk dari sudut pandang lain, menyentuh sisi emosional pembaca, dan mendorong pembaca untuk segera bertindak. Maka, copywriting yang baik bukan sekadar menawarkan produk dan meminta pembaca untuk membeli. Tapi, copywriting yang efektif sebaiknya diawali dengan memahami masalah mereka, menunjukkan bagaimana solusi yang dapat kita bantu, menggarisbawahi keunikan solusi tersebut, lalu mengarahkan mereka untuk mengambil tindakan.

Orang yang melakukan copywriting disebut dengan copywriter. Copywriter tentunya tidak sama dengan content writer. Copywriter fokusnya menulis untuk memengaruhi dan menggerakkan audiens agar melakukan tindakan tertentu. Sedangkan content writer berfokus untuk menulis konten yang informatif dan edukatif, seperti penulis artikel blog ini.

Bagaimana Cara Menulis Copywriting yang Efektif?

Sebelum itu, kita perlu mengenal tiga struktur utama dari copywriting, yaitu headline, body, dan call to action.

1. Headline atau Judul Besar

Pembuatan copywriting sendiri diawali dengan membuat sebuah headline. Faktanya, 80% pembaca hanya membaca headline. Sehingga, jangan sampai kita membuat headline yang membosankan. Headline sebisa mungkin harus menarik perhatian pembaca dalam 3 detik pertama. Untuk mengetahui cara-cara membuatnya, kita juga harus tahu tiga jenis headline yang biasanya sering digunakan.

a. Benefit Headline

Judul yang menonjolkan manfaat yang akan didapatkan audiens. Contohnya:
a. Hemat waktu dan tenaga dengan layanan laundry ekspres kami!
b. Promo spesial akhir tahun: Beli 1 gratis 1 semua varian!
c. Gratis ongkir untuk belanja minimal Rp 100.000!

b. Curiosity Headline

Judul yang membuat audiens penasaran. Curiosity headline berbeda dengan clickbait karena judul dan isi pada clickbait saling tidak relevan. Sedangkan pada curiosity headline, judul dan isinya berhubungan satu sama lain. Contohnya:
a. Rahasia kulit glowing artis kini ada di sini!
b. Kalau kamu belum lancar bahasa Inggris, mungkin kamu belum coba metode ini!
c. Cara mudah menabung meskipun gaji pas-pasan.

c. Question Headline

Judul yang menggunakan pertanyaan untuk menarik perhatian audiens. Contohnya:
a. Kamu mau liburan impian, tapi bingung cari tiket murah?
b. Belanja online tapi selalu khawatir barang nggak sesuai?

2. Body atau isi

Menjelaskan solusi yang kita tawarkan, memberikan informasi penting, dan menyertakan bukti sosial seperti testimoni dan studi kasus untuk mendorong pembaca segera bertindak. Pada bagian ini dapat ditulis dengan menerapkan gaya storytelling dan bahasa yang persuasif. Jangan lupa juga untuk menyelipkan konjungsi pada setiap kalimatnya agar tetap nyaman dibaca oleh audiens.

3. Call to Action (CTA)

Mengajak audiens untuk bertindak, seperti membeli, mendaftar, atau menghubungi Anda. CTA harus singkat dan jelas, serta sesuai dengan tindakan yang diharapkan. Contohnya adalah:
a. Belanja Sekarang!
b. Install Segera!
c. Lihat Detail

Kita juga perlu mengenal prinsip-prinsip dasar dari copywriting yaitu kejelasan, singkat, dan relevansi. Relevansi berarti kesesuaian dengan audiens dan konteks. Oleh karena itu, copywriting harus disesuaikan dengan target audiens dan target market yang mencakup demografis, psikografis, perilaku, serta geografis.

Gunakan juga bahasa dan gaya yang relevan agar pesan tepat sasaran. Maka, inilah perannya memahami target audiens. Untuk bisa memahami target audiens, kita perlu membuat persona pembeli, melakukan riset audiens, serta mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan audiens.

“Nobody reads advertising. People read what interests them, and sometimes it’s an Ad.” - Howard Luck Gossage

Semoga rangkuman materi copywriting ini bermanfaat, ya. 

Related Posts

Posting Komentar