Review One Day You Will Thank Yourself, Kisah Rica Asrosa dalam Meraih Impiannya

Posting Komentar
One day, you'll thank yourself for not giving up. 
Diri, terima kasih karena kamu tidak menyerah kala itu.
Pertama kalinya tahu Kak Rica pas muncul salah satu postingan tentang timeline hidupnya mulai dari usia 17-25 tahun yang katanya hidupnya belajar mulu. Apalagi pas tahu dia menerbitkan buku pertamanya yang banyak dibaca oleh followers-nya. Terus pernah juga ikutin materinya tentang self awareness yang pernah dia sampaikan di live instagramnya Gritty. Karena pengen mengenal penulisnya lebih dalam, jadi mulai beli deh bukunya...
Dari kisahnya Kak Rica, aku belajar kalau mimpi itu gratis meskipun awalnya terlihat tidak realistis. Banyak dari temannya waktu itu tidak percaya dengan mimpinya, yaitu kuliah di luar negeri. Kata mereka, mimpi itu ketinggian karena ia sendiri bukanlah berasal dari salah satu kota yang ada di Pulau Jawa yang acapkali pendidikannya dinilai lebih keren. Namun, perempuan yang memiliki nama lengkap Rica Asrosa ini lahir di Lhokseumawe dan besar di Kutacane, Aceh Tenggara.

Namun, siapa sangka. Melalui usaha dan doa yang ia perjuangkan bersama orang tuanya tanpa putus, akhirnya Allah membantunya untuk mewujudkan impian itu. Hingga saat ini, dapat dilihat bahwa penulis buku "One Day You Will Thank Yourself" ini berhasil menempuh pendidikan S2 dan kini sedang menjalani S3 nya di London. Bahkan, ia telah mengunjungi banyak negara di Eropa.
"Don't downgrade your dream to fit your present reality" - halaman 119
Masih banyak lagi mimpi Kak Rica yang awalnya terlihat mustahil, tetapi pada akhirnya Allah kabulkan. Salah satu kisahnya yang paing menyentuh adalah momen mendaftar visa. Sistem pendaftaran tersebut mengharuskannya mengeluarkan uang 20 juta karena menggunakan sistem reimburse. Dengan sistem ini, Kak Rica harus menggunakan uang pribadinya terlebih dahulu nanti baru diganti oleh pihak LPDP. Jumlah tersebut bukanlah jumlah yang kecil baginya pada saat itu. Sehingga, ia dan ibunya harus berusaha ke sana kemari untuk mencari pinjaman uang sebesar itu.

Kalimat-kalimat yang dirangkai dalam buku ini menjelaskan secara gamblang bagaimana momen itu hampir membuat Kak Rica menyerah. Namun, Allah selalu punya cara. Tiba-tiba saja ia ditawari pinjaman oleh salah satu teman satu angkatan PK LPDP dan ibunya juga berhasil mendapatkan pinjaman dari Dandim. Berkat bantuan itu, tiga minggu kemudian Kak Rica berhasil mendarat di London untuk menempuh pendidikan S3 nya. Utang-utang itu dibayar ketika ia telah mengajukan reimburse ke pihak LPDP. Masih banyak lagi sih kisahnya yang benar-benar membuatku kagum karena the power of Tawakal. Aku yang membaca aja sampai tergumam sendiri, oh ini ya definisi bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Redaksinya bersama, bukan sesudah. Kalau penasaran, langsung aja deh baca.
"Karena kuyakin, sebesar apa pun mimpiku kurasa alam semesta akan mengamininya." - halaman 69
Kak Rica bukan lahir dan besar dari orang tua yang kaya raya. Meskipun ayahnya adalah anggota TNI AD dan ibunya bekerja di dinas pertanian (it's still different with my life story). Tapi, tak dipungkiri bahwa setiap orang pasti diberikan ujian hidup dengan persoalan yang berbeda-beda. Di tengah perkuliahannya S1 lalu, mereka sekeluarga mengalami situasi keterbatasan finansial sampai-sampai Kak Rica pernah disuruh untuk pulang. Tapi, apa yang akan terjadi jika pada saat itu ia memilih untuk pulang?

Oleh karena itu, Kak Rica memilih untuk bertahan. Agar tetap bisa membiayai kuliahnya, ia berusaha untuk mencari pekerjaan sampingan mulai dari meneliti, mengajar les privat, hingga menjaga bazar buku. Dengan memegang teguh kepada tanggung jawab dan harapan, ia akhirnya bersemangat untuk menjalani semuanya meskipun kala itu ia harus mengorbankan banyak waktu istirahat dan bermain bersama teman-temannya.
Cuplikan kisah yang disampaikan dengan penuh makna membuat buku ini berhasil mengajak pembaca untuk membangkitkan semangat dan pantang menyerah. Dalam kisah-kisahnya, terlihat jelas bagaimana Kak Rica berkeukeuh untuk memperjuangkan impiannya meskipun waktu itu terlihat tidak mungkin dan seringkali diremehkan oleh orang-orang sekitarnya sampai-sampai dimintanya untuk pindah haluan.
"Apa yang menjadi milikmu, tidak akan pernah melewatkanmu. Begitulah bagaimana semesta bekerja." - halaman 142
After all, terlepas dari kisahnya yang penuh pelajaran dan disampaikan secara ringkas (dibilang ringkas karena jumlah halamannya engga sampe 200, lol), kekurangan dari buku ini adalah masih ada beberapa kata yang salah ketik. Walaupun tidak banyak, tapi semoga bisa diperbaiki untuk penerbitan selanjutnya.

Buat kalian yang merasa pengen nyerah, coba deh baca buku ini. Barangkali buku ini bisa memberikan pencerahan. Seperti kata penulis buku ini, "Walaupun kisah hidup setiap orang berbeda, tapi percayalah suatu hari nanti kita akan berterima kasih kepada diri kita sendiri karena memutuskan untuk tidak menyerah hari ini." 
Oh iya, buat kalian yang penasaran seperti apa rasanya menjadi perempuan berhijab di London yang cenderung minoritas, bisa banget baca buku ini. Karena penulisnya pun menceritakan tentang kehidupannya di sana sampai-sampai membuatnya jatuh cinta.

Judul: One Day You Will Thank Yourself
Penulis: Rica Asrosa
Penerbit: Cklik Media
Tahun terbit: 2023
Jumlah halaman: vi + 174 halaman

Related Posts

Posting Komentar